Rabu, 06 Juli 2011

Ajaibnya Otak Tengah


E-book panduan orang tua adalah bonus dari www.otaktengah.com. Penyelenggara training aktivasi otak tengah tidak mengetahui tentang keberadaan e-book ini. E-book di buat untuk membantu orang tua dalam mempersiapkan anak menjelang training, selama training, dan sesudah training.

 

Ajaibnya Otak Tengah
metode ini suda lama ada, 40 tahun dijepang sudah menerapkan metode ini. Jadi kita bisa lihat hasilnya sekarang ini, apa yg tidak bisa dibuat oleh orang jepang ?.
itu juga ditanya orang tua seperti kita ini, apakah kita juga bisa diaktifkan otak tengah kita?
jawabnya bisa, cuman butuh waktu dikarena para orang dewasa pemikiran sudah sangat rumit sekali (terlalu banyak gelombang beta).
kita punya 4 gelombang yaitu
1. gelombang alfa 2. gelombang beta 3. gelolbang delta 4. gelombang tetra (yg terakhir lupa kang).
metode yg digunakan adalah : Senang.
Anak selalu diajak senang dan gembira, karena dengan situasi seperti itu pikiran akan gampang diserap. terapi-terapi seperti mendengarkan lagu (mirip music kitaro /terapi) akan membukan otak tengah anak tersebut.

Ajaibnya Otak Tengah

Akhir-akhir ini marak isu tentang pelatihan aktivasi otak tengah anak di Jakarta dan di beberapa kota besar di Indonesia. Anak-anak yang otak tengahnya telah diaktifkan dapat menggambar dengan mata tertutup, menebak kartu remi, membaca koran, dan bahkan naik sepeda dengan mata tertutup.
Ini fenomena luar biasa karena sebelumnya kita tahu bahwa hanya para ahli yang telah berlatih bertahun-tahun yang dapat melakukannya. Sementara anak-anak ini mampu demikian hanya dalam waktu dua hari saja!
Beberapa pekan yang lalu, saya sendiri melihatnya di Kampus UI Depok (lokasi pelatihan GMC). Setelah dua hari pelatihan, anak-anak itu bisa berlari-lari di pinggir kolam renang di UI itu dengan mata ditutup. Waktu saya satanya, mereka bilang bahwa mereka tidak merasa gelap, melainkan terang saja dalam otaknya.
Ini dapat dimengerti karena menurut ilmu pengetahuan memang manusia dapat melihat dengan otak, bukan dengan mata. Mata hanyalah jendela dari otak. Rupanya otak tengah itu berperan penting juga dalam hubungannya dengan indera manusia.
Metode pengaktifan otak tengah ini pertama kali dibawa ke Indonesia oleh Master Franchise Genius Mind Consultancy Indonesia, Doni Satya. Ia mengatakan bahwa otak tengah merupakan jembatan anatara otak kanan dan otak kiri. Jika otak tengah aktif, maka akan memaksimalkan fungsi kedua otak, baik kanan maupun kiri.
Manusia saat ini diketahui hanya dapat memaksimalkan fungsi otaknya 1-5 % saja. Bahkan Albert Eistein, ilmuwan yang jenius itu   kabarnya hanya menggunakan 10 % dari keseluruhan fungsi otaknya.
Maka ada 90% lagi misteri fungsi otak yang akan menarik untukdieksplor lebih lanjut.
Saja jadi ingat suatu hari pernah menonton tayangan Oprah Winfrey Show. Saay itu dihadirkan seorang wanita separo baya yang dapat mengingat kejadian setiap hari dalam hidupnya sejak ia berumur 5 tahun.
Jadi ketika ia ditanya, misalnya, apa yang kamu lakukan pada anggak 25 Novermber saat kamu berusia 8 tahun? Ia mengatakan, “Oh, saat itu paginya saya diajak berenang oleh ayah, lalu kami menghadiri acara ulang tahun temanku Catarina, lalu aku pulang dan terpeleset di tangga, lalu aku menangis… Bla bla bla.”
Luar biasa sekali bahwa perempuan ini betul-betul dapat mengingat semua urutan kejadian selama bertahun-tahun dalam otaknya.
Rupanya memang ada bagian dalam fungsi otak manusia memungkinkan hal tersebut, hanya saja bagi sebagian besar manusia, bagian tersebut tidak berfungsi.
Bagaimana dengan potensi otak tengah? Konon ada banyak manfaatnya jika otak tengah diaktifkan. Misalnya bisa meningkatkan kemampuan memori, konsentrasi, kreativitas, menyeimbangkan hormon, menstabilkan emosi, dan membentuk karakter positif.
Namun, metode dari GMC yang dilakukan selama dua hari ini hanya berlaku untuk anak usia 5-15 tahun. Buat yang sudah melewati umur ini sepertinya hanya dapat merelakan kemampuan ini untuk anak-anak generasi penerus, supaya mereka bisa lebih jenius dan memaksimalkan potensi mereka.
Minggu lalu saat nemenin istri jalan-jalan ke mall, aku singgah ke toko buku. Ada satu buku yang langsung menarik perhatianku. Judulnya ‘Dahsyatnya Otak Tengah‘.
Buku ini mengulas tentang kelebihan yang didapatkan oleh orang-orang (khususnya anak-anak) yang telah mengaktifkan otak tengahnya. Karena memang ditujukan untuk orang tua yang ingin memaksimalkan potensi kecerdasan anaknya, maka tanpa pikir panjang aku langsung beli saja.
Sedikit cerita tentang isi buku ini (aku belum selesai baca sih sebenarnya), otak tengah berfungsi sebagai bridge (jembatan) yang menghubungkan otak kiri (kecerdasan logika, matematika dan unsur-unsur emosi negatif) dengan otak kanan (cita rasa seni, intuisi, unsur-unsur emosi positif). Otak tengah ini berfungsi menyeimbangkan dan akselerasi kecerdasan dominan pada otak (baik kiri maupun kanan) sehingga kecerdasan seseorang menjadi lebih optimal.

Ditunjukkan pada beberapa kasus yang disebutkan di buku tersebut, seorang anak yang telah diaktifkan otak tengahnya (disarankan anak diaktifkan otak tengahnya pada usia 9 tahun) mengalami kemajuan tingkat kecerdasan ditandai dengan nilai sekolah yang naik secara signifikan. Selain itu anak tersebut juga tiba-tiba memiliki kemampuan baru yang sebelumnya tidak disadari, contohnya seperti kemampuan menggambar/mewarnai gambar dengan mata tertutup. Intuisi anak tersebut juga menjadi tajam, terbukti dengan kemampuan untuk menebak kartu dengan mata tertutup. Luar biasa.
Iseng aku browse di internet untuk mencari tahu ke-valid-an informasi yang di buku ini (aku bukan orang yang gampang percaya), ternyata hasilnya memang luar biasa. Di beberapa negara maju, sepertinya aktivasi otak tengah memang sudah jamak dilakukan.
Sayangnya di buku yang aku beli ini tidak dijelaskan cara mengaktifkan otak tengah. Namun informasi yang disajikan benar-benar baru buatku. Aku pun ingin mencari cara mengaktifkan otak tengah kedua putri kesayanganku. Mudah-mudahan ada jalannya. Amin.
ADA metode pendidikan yang kini diperkenalkan kepada masyarakat. Yakni, pelatihan untuk “membangunkan” otak tengah. Metode itu masuk ke Indonesia sekitar dua bulan lalu, namun sudah membuat para orang tua penasaran. Seperti apa?

TEPUK tangan riuh ibu-ibu yang berkerumun di Taman Pintar, Jogjakarta, tak membuat Ilyas grogi. Dengan mata tertutup kain hitam, tangan mungil bocah sembilan tahun itu bergerak lincah mengambil bola beraneka warna. Bola itu didekatkan hidungnya, seakan dicium, lalu dengan tepat, satu per satu dimasukkan ke toples yang tutup bawahnya diberi warna sama.
“Wah, sulapan ini, pasti rekayasa,” kata Sugeng, salah seorang penonton dengan nada mencibir. Sore itu (8/5) Ilyas dan lima temannya memamerkan kemampuan otak tengahnya di Gerai IT, Taman Pintar, Jogjakarta. Mereka adalah alumni aktivasi otak tengah yang dihelat Anak Jenius Indonesia (AJI) Jogjakarta. Karena lokasi demo di tengah-tengah food court Taman Pintar, tak pelak demo itu menarik perhatian banyak orang.
Para trainer AJI yang mendampingi Ilyas dkk hanya tersenyum mendengar komentar Sugeng. Mereka lantas mencopot kain hitam yang dikenakan Ilyas. “Silakan Mas, dicoba sendiri saja,” ujar Nurhidayanto, direktur AJI Jogjakarta, dengan kalem.
Sugeng memasang sendiri kain hitam itu di matanya. Lalu, dengan meraba-raba, tangannya berusaha meraih bola-bola yang terserak secara acak. Dapat bola warna merah muda (pink). “Nah, sekarang dimasukkan toples,” kata Nurhid, panggilan Nurhidayanto.
Tampak percaya diri, Sugeng memasukkan bola itu ke toples. Tapi salah, bola pink dimasukkan ke toples hijau. “Huuu, salah,” sorak penonton, lalu tertawa. Sugeng tak peduli. Dia meraba-raba lagi. Kali ini dia mendapat bola hijau. Tapi, bola itu dimasukkan ke di toples warna biru. “Salah lagi,” sorak penonton.
Akhirnya, pemuda itu menyerah. Dia melepas kain hitam di matanya sambil cengengesan. “Peteng tenan Mas, ora ngapusi (Gelap benar Mas, tidak bohong),” katanya kepada Jawa Pos (JPNN grup).  Saat dicek, kain itu memang kain asli dan bukan semacam  properti sulap yang banyak diperjualbelikan dengan harga Rp 200 ribuan.
Ilyas tak hanya pamer kemampuan memilah bola. Saat Nurhid menulis kata-kata “Aku Cerdas” di whiteboard, Ilyas fasih membaca dengan mata tertutup. Dia juga bisa mewarnai gambar di buku dengan pas tanpa melihat.
Masih dengan mata tertutup, siswa SD Negeri Gunturan, Bantul, DIJ, itu bisa menemukan ibunya, Siti Nur Awallu, yang berdiri di kerumunan penonton yang memang didominasi ibu-ibu. “Alhamdulillah, sejak mengikuti aktivasi otak tengah kemampuan belajarnya meningkat. Dia (Ilyas, Red) senang sekali belajar sekarang,” kata Siti.
Anaknya itu, menurut Siti, ada perubahan signifikan di rumah maupun di sekolah. “Dia menjadi lebih  kalem, tidak gampang marah, dan manut sama wong tuwa (patuh kepada orang tua),” tutur istri M. Yahya itu.
Beberapa teman Ilyas, seperti Naufal, Sajid, dan Aiman, juga mempunyai kemampuan yang hampir sama. “Naufal sekarang tidak pernah mengompol lagi,” kata Nurhidayanto sambil merangkul bocah kecil bernama lengkap Muhammad Faizuddin Naufal itu. “Efek (pelatihan) itu kepada setiap anak tidak persis. (Misalnya) pada Ilyas, kemampuan indera penciumannya meningkat berpuluh kali lipat,” lanjut dia.
Setelah diaktivasi, kesannya terhadap warna pun menjadi berbeda. Misalnya, warna pink berbau menyengat, sedangkan warna hijau kurang menyengat. “Bisa juga dengan diraba. Misalnya, saat mengurutkan kartu, warna tertentu di jari-jari anak rasanya kasar, warna yang lain lembut,” papar alumnus Ilmu Komunikasi UGM itu.
Nurhid lantas mengajak melihat video simulasi pelatihan di kantor AJI yang juga berada di kompleks Taman Pintar. “Memang, tidak semua bisa mengakses metodologi latihan ini karena sifatnya terbatas,” katanya. “AJI mendapat lisensi (pelatihan) ini secara franchise dari Sichida Internasional pimpinan Prof Makoto Shichida pada Maret lalu,” lanjut dia.
Pelatihan itu dilakukan di ruangan yang kedap suara atau minimal tidak ada gangguan audio visual. Ruangan yang bebas berisik dan bebas bising penting karena salah satu resep aktivasi otak tengah itu menggunakan gelombang suara di level alfa. “Biasanya kami menggunakan hall hotel,” katanya.
Aktivasi dilakukan setiap Sabtu-Minggu, saat anak-anak libur sekolah. Tiap sesi berlangsung enam jam. “Ada delapan trainer. Dua trainer utama, yang enam co-trainer bertugas mengawasi anak-anak,” ujar ayah satu putri tersebut.
Trainer yang boleh membimbing harus punya sertifikasi dari tim AJI pusat yang berkantor di Kemayoran, Jakarta. “Secara rutin, kami ke Jakarta untuk berkoordinasi,” katanya.
Selain Jogja, AJI tersebar di hampir seluruh kota besar di Indonesia. Mulai Aceh, Padang, Bekasi, Palembang, Purwokerto, Semarang, Kupang, Pontianak, Banjarmasin, hingga Makassar.
Metode yang digunakan adalah kombinasi suara gelombang alfa, visualisasi, dan neuro linguistic program (NLP). “Memang agak rumit menerangkannya. Gampangnya, anak-anak diajak bersenang-senang, mendengar musik, bermain, dan melihat gambar,” tuturnya.
Agar pelatihan berhasil, anak tak boleh datang dalam keadaan tertekan atau terpaksa. “Karena itu, di awal sesi kami hibur dulu dengan game dan hadiah-hadiah kecil. Pokoknya harus fun,” katanya. Dengan alasan patuh kepada aturan lisensi, Nurhid menolak secara halus saat diminta untuk memutarkan musik gelombang alfa yang bisa “membangunkan” otak tengah itu.
Peserta tiap pelatihan dibatasi, tak boleh lebih dari 30 anak. Usia minimal lima tahun dan tak boleh lebih dari 15 tahun. “Kalau kurang dari lima tahun, kemampuan komunikasinya belum maksimal dan fisiknya terlalu mungil,” ujarnya.
Kalau lebih dari 15 tahun, mental block-nya sudah terbangun. Apa itu mental block” “Ibarat CD atau flash disk, sudah terlalu banyak data di otak orang dewasa yang menghambat aktifnya otak tengah. Jadi, untuk memformat ulang agak susah walaupun sebenarnya bisa dengan menggunakan metode tertentu,” jelas pria yang bergerak di bidang training SDM sejak 1997 itu.
Setiya, master trainer AJI Jogja yang mendampingi Nurhid, menambahkan, aktivasi otak tengah bukanlah magis atau berbau supranatural. “Ini bukan jin, bukan sulap, bukan pula sihir,” katanya, lalu tersenyum.
Orang awam, lanjut Setiya, sering menyamakan training otak tengah dengan latihan ilmu tenaga dalam yang bisa melihat dengan mata tertutup. Bahkan, karena penasaran, seorang ustad di Sidoarjo, Jawa Timur, pernah meruqyah “metode mengusir jin atau menyembuhkan penyakit dengan membaca Al Quran” anak-anak alumnus pelatihan.
“Alhamdulillah, hasilnya nihil dan beliau bersedia memberikan testimoni di website kami,” katanya. Dia, Ustad Fathoni, pengasuh Pondok Pesantren Al Kahfi, Sidoarjo, Jawa Timur, yang memberi komentar di situs www.anakjeniusindonesia.com.
Setiya mengatakan, aktivasi otak tengah itu banyak mempergunakan gelombang otak alfa. Gelombang otak alfa dibuktikan secara ilmiah adalah gelombang otak yang muncul dominan saat seseorang dalam keadaan rileks dan paling kreatif.
Gelombang otak itu biasanya dominan pada saat bangun tidur atau santai di toilet, bahkan sedang berendam air panas di bathtub. “Jadi, tidak heran mengapa Archimedes menemukan hukum Achimedes saat dia mandi karena otaknya sedang santai dan berada dalam kondisi terbaiknya,” kata lulusan Psikologi UGM itu.
Otak tengah yang teraktivasi memancarkan gelombang mirip radar. Hal itu membuat pemiliknya mampu melihat benda dalam keadaan mata tertutup. Pada dasarnya, gelombang itu terletak di bawah hidung. Hanya mampu mendeteksi benda yang terletak sedikit di bawah hidung. “Itulah mengapa Dik Ilyas dan teman-teman yang lain seakan-akan membaui bola,” ujarnya.
Dengan latihan yang teratur dapat membuat sang anak menjadi lebih kuat dan mampu “melihat” benda yang terletak lebih tinggi. Bahkan, ada beberapa anak yang dapat mendeteksi hingga 360 derajat. “Itu berarti bisa melihat benda atau seseorang di belakangnya,” katanya.
Agar lebih afdol, alumni pelatihan disarankan sering-sering mempraktikkan ilmunya. “Kami punya sesi parenting khusus untuk orang tua yang anaknya sudah mengikuti pelatihan. Kami beri tips agar kemampuan otak tengahnya tidak hilang atau tidur lagi,” tutur ayah empat anak (tiga putri, satu putra) itu.
Secara umum, ada tiga manfaat dari training otak tengah. Yakni, meningkatkan kemampuan afeksi, motorik, dan kognisi. “Untuk afeksi, misalnya, lebih santun dengan orang tua, dengan saudara kandung lebih ngemong, tidak mudah merengek atau merajuk,” kata Setiya.
Peningkatan kemampuan motorik, seperti didemonstrasikan Ilyas dan kawan-kawan, ditandai dengan semua indera akan menjadi lebih perasa. “Anak menjadi lebih lincah, refleksnya meningkat,” katanya.
Dari sisi kognisi biasanya ditandai dengan peningkatan prestasi di sekolah. “Kami punya tim yang memantau mereka. Kami juga berkomunikasi dengan gurunya dan mendapat laporan bahwa nilai dan respons mereka di kelas meningkat,” ungkapnya.
Apalakah pelatihan tersebut tidak berbahaya secara medis” Dr Arfan Mappalillu SpS, ahli ilmu neurologi, mengatakan tidak ada efek samping apa pun dari pelatihan itu. “Memang syaratnya anak harus tidak dalam keadaan tertekan,” katanya saat diwawancarai Jawa Pos di Jakarta.
Dokter saraf yang bertugas di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, itu menjelaskan, secara medis otak tengah benar-benar ada. “Otak tengah memang menjadi perbincangan kalangan ahli saraf sejak lama. Tapi, metode aktivasinya tergolong baru,” tuturnya.
Istilah otak tengah atau midbrain dikenal sejak ditemukannya ilmu anatomi sistem saraf. Otak manusia dibagi tiga bagian besar berdasar perkembangannya sejak masih janin dalam kandungan, yaitu prosencephalon (otak depan), rhom-bencephalon (otak belakang), dan me-sencephalon (otak tengah).
Yang disebut otak tengah adalah bagian dari otak manusia yang letaknya antara otak depan dan otak belakang. Otak tengah tersusun dari inti sel saraf dan serabut saraf yang memiliki beberapa fungsi khusus. Bagian itu ibarat aluran atau lorong yang diapit kedua bagian otak itu. “Bisa diistilahkan sebagai penghubung atau jembatan,” katanya.
Bagian otak tersebut juga mengandung serabut saraf sensorik maupun motorik yang menghantarkan sinyal dari otak bagian distal menuju otak depan atau sebaliknya.
Otak itu juga mengandung inti sel substansia nigra, yang menghasilkan zat dopamin, yang berperan dalam sistem gerakan tubuh. “Saya sudah mencermati dan mengikuti model training ini. Memang, selama dua hari otak tengah bisa langsung diaktifkan,” ujarnya.
Namun, agar lebih manjur, orang tua juga harus mengimbangi dengan aktivitas positif untuk anaknya. “Jangan lupa nutrisi dan gizi yang baik untuk perkembangan otak anak,” ujar dokter Arfan. (*/c4/cfu)
Metode AOT
Fungsi otak tengah digambarkan seperti stasiun relay dimana terjadi konsentrasi yang tinggi dari pancaran gelombang otak, karena otak tengah menerima pantulan gelombang otak dan memancarkannya.
Jaringan otak manusia menghasilkan gelombang listrik yang berfluktuasi. Gelombang listrik ini disebut brainware atau gelombang otak. Pada tahun 1929, Hans Berger, seorang psikiater Jerman menemukanElectro Encephalograph (EEG) yang bisa digunakan untuk mengukur gelombang listrik yang dihasilkan otak. Sejak saat itu, teknologi berbasis gelombang otak untuk meningkatkan kemampuan pikiran dan pengembangan diri manusia di seluruh dunia. Riset selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa gelombang otak tidak hanya menunjukkan kondisi pikiran dan tubuh seseorang, tetapi dapat juga disimulasi untuk mengubah kondisi mental seseorang. Dengan mengkondisikan otak agar memproduksi atau mereduksi jenis frekuensi gelombang otak tertentu, maka dimungkinkan untuk menghasilkan beragam kondisi mental dan emosional.
Secara garis besar, otak manusia menghasilkan empat jenis gelombang otak secara bersamaan yaitu beta, alpha, tetha dan delta. Akan tetapi, selalu ada jenis gelombang otak yang dominan, yang menandakan aktivitas otak pada saat itu. Misalnya jika kita tertidur, maka gelombang otak yang dominan adalah delta. Gelombang otak bisa dimanipulasi (diprogram) dengan cara mendengarkan suara yang sudah diatur frekuensinya untuk mendapatkan efek-efek tertentu sesuai kebutuhan.
Inilah jenis-jenis gelombang otak yang dimiliki manusia.
  • Gelombang Gamma (16 – 100 Hz) – adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi. Misalnya sedang berada di arena pertandingan, perebutan kejuaraan, tampil dimuka umum. Kondisi ini dalam kesadaran penuh.
  • Gelombang Beta (12-16 Hz) – merupakan gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang terjaga penuh. Seseorang berada dalam kondisi ini ketika ia melakukan kegiatan sehari-hari dan berinteraksi dengan orang lain disekitarnya, misalnya, berdebat, berpidato, mengajar, atau dalam acara tanya jawab.
  • Gelombang Alpha (8 – 12Hz) – adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang yang mengalami relaksasi atau mulai istirahat dengan tanda-tanda mata mulai menutup atau mulai mengantuk. Anda menghasilkan gelombang alpha setiap akan tidur, tepatnya masa peralihan antara sadar dan tidak sadar. Fenomena alpha banyak dimanfaatkan para pakar hypnosis untuk memulai memberikan sugesti pada pasiennya. Orang yang mulai meditasi (meditasi ringan) juga menghasilkan gelombang alpha. Frekuensi alpha 8-12 Hz merupakan frekuensi pengendali, penghubung pikiran sadar dan bawah sadar. Anda bisa mengingat mimpi anda karena anda memiliki gelombang alpha. Kabur atau jelas mimpi yang bisa anda ingat, tergantung dari kualitas dan kuantitas gelombang alpha pada saat anda bermimpi.
  • Gelombang Theta (4 – 8 hz) – adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami tidur ringan atau sangat mengantuk. Tanda-tandanya napas mulai melambat dan dalam. Selain orang sedang diambang tidur, beberapa orang juga menghasilkan gelombang otak ini saat trance, hypnosis, meditasi dalam, berdoa, menjalani ritual agama dengan khusyuk. Orang yang mampu mengalirkan energi chi, prana atau tenaga dalam, juga menghasilkan gelombang otak theta pada saat mereka latihan atau menyalurkan energi kepada orang lain.
  • Gelombang Delta (0.5 – 4 Hz) – adalah gelombang otak yang memiliki amplitudo yang besar dan frekuensi yang rendah, yaitu dibawah 3 Hz. Otak seseorang menghasilkan gelombang ini ketika ia tertidur lelap, tanpa mimpi. Fase delta adalah fase istirahat bagi tubuh dan pikiran. Tubuhnya melakukan proses penyembuhan diri, memperbaiki kerusakan jaringan dan aktif memproduksi sel-sel baru saat anda tertidur lelap.
  • Gelombang Epsilon ( <0.5 Hz) – adalah gelombang otak yang juga sangat mempengaruhi aktifitas mental seseorang dalam kemampuan supranatural, seperti pada gelombang theta diatas.
Oleh sebab itu untuk mengaktifkan otak tengah digunakan peralatan komputer yang menghasilkan musik guna merangsang gelombang otak anak. Pada saat AOT, acara dibuat agar anak-anak merasa bebas. Mereka dapat berteriak, menyanyi bahkan juga mendapatkan hadiah-hadiah kecil. Ada juga anak yang tertidur ketika acara tengah berlangsung. Hal ini adalah hal yang biasa dan tidak mengganggu proses pengaktifan.an Dikatakan bahwa hasil yang diperoleh dengan methode ini sekitar 90% (Sangkanparan 2010:89).
GMC menyatakan bahwa mereka tidak menggunakan kekuatan supernatural, meditasi dan hipnosis didalam kelas. Pelatihan GMC murni pendidikan secara ilmiah dan alami. Murid harus bekerja sama untuk memperoleh manfaat darinya.
Metode yang akan diajarkan oleh GMC adalah sebagai berikut :
1. Aktivasi otak tengah.
2. Membaca dengan mata tertutup.
3. Motivasi dan rahasia sukses.
4. Teknik membaca cepat.
5. Teknik melatih otak.
6. Pemetaan pikiran.
7. Teknik melatih daya ingat.
8. Sesi orang tua dan bagaimana menjadi anak yang baik
Kemampuan anak-anak sebaiknya diasah melalui latihan secara bertahap.
1. Tingkat Satu – Latihan Memori (terdiri dari 6 level)
o Level 1 – Dua warna, dengan menggunakan kartu UNO dua warna, dari 9-12 kartu (dasar), 16-20 kartu (menengah) dan 25-30 kartu (mahir)
o Level 2 – Angka saja, dengan menggunakan kartu berangka, tetapi warna sama : 6-12 kartu (dasar), 16-120 kartu (menengah), 25-30 kartu (mahir)
o Level 3 – Angka dan Warna, dengan menggunakan 9-40 kartu dengan 2-5 warna.
o Level 4 – Metode Asosiasi Memori Kartu, dengan menggunakan angka beserta 2-4 macam warna.
o Level 5 – Metode Asosiasi Memori Benda, dengan menempatkan 20-50 jenis benda. Mereka dilatih untuk mampu menyebutkan benda-benda itu tanpa melihatnya.
o Level 6 – Metode Fotografis, yaitu menggunakan gambar yang kompleks
2. Tingkat Dua – Kekuatan Mental Super (terdiri dari 7 level)
o Level 1 – Keahlian dengan mata tertutup, dimana anak bisa melihat warna dan angka (dasar), melihat warna dan angka dari jarak 3 meter (menengah), bisa melihat dengan mata tertutup, tanpa kain penutup mata (mahir).
o Level 2 – Keahlian dengan mata tertutup, dimana akan bisa melihat di kegelapan (dasar), bisa melihat dari/di balik dinding (menengah) dan bisa melihat benda dalam kotak (mahir).
o Level 3 – Skin Vision,  yaitu melihat dengan menggunakan rabaan tangan terhadap kartu yang posisinya dibalik, warna saja.
o Level 4 – Skin Vision, yaitu melihat dengan menggunakan rabaan tangan terhadap kartu yang posisinya dibalik, warna dan angka.
o Level 5- Skin Vision, yaitu melihat dengan menggunakan rabaan tangan terhadap warna bola yang ditaruh dalam kantong plastik berwarna hitam tidak tembus pandang.
o Level 6 – Dari belakang kepala, yaitu melihat dari warna hingga warna dan angka berjarak 0.5 meter dibelakang kepala.
o Level 7 – Prediksi, yaitu mampu menebak kartu yang akan diambil, dari 2 warna hingga 4 warna.
Dampak AOT
Beberapa dampak AOT diambil dari testimony atau kesaksian beberapa orang tua yang diekspose oleh penyelenggara AOT, yang intinya adalah bahwa mereka kagum melihat potensi putra-putri mereka setelah otak tengahnya diaktivasi. Namun tentunya keberhasilan putra-putri mereka kedepan tidak terjadi secara instan, melainkan harus disertai dengan kerajinan untuk belajar keras dalam mempelajari pelbagai ilmu pengetahuan.
Manfaat AOT dan hal-hal yang harus diwaspadai.
Menurut brosur GMC, manfaat AOT adalah sbb :
1. meningkatkan konsentrasi.
2. meningkatkan daya ingat.
3. meningkatkan kreativitas.
4. lebih cerdik dan berbakat.
5. hormon lebih seimbang.
6. membentuk karakter positif.
7. emosi lebih stabil.
8. lebih berprestasi.
Hanya saja ada hal-hal yang diwaspadai yaitu : rasa percaya diri yang berlebihan, kerentaan kearah supernatural dan motivasi business-oriented dari penyelengara AOT.
Siapa yang tidak ingin anaknya menjadi genius? Berbagai cara dan teknik telah diuji bahkan telah diterapkan untuk mendongkrak dan mengembangkan potensi anak. Anak bukan objek pendidikan. Anak adalah subjek pendidikan. Karena itu, anak harus diberikan suatu lingkungan ataupun suatu BENTUK supaya ISI dari anak tersebut bisa berkembang dengan luar biasa. Akibatnya muncullah berbagai macam resep MANJUR untuk membuat anak menjadi cerdas bahkan menjadi genius dalam sekejap.
Banyak orang menyangka ada resep jitu yang benar-benar ampuh untuk meningkatkan kemampuan seseorang. Sayangnya resep tersebut hampir tidak ada. Resep yang satu berlaku untuk seorang siswa, belum tentu berlaku untuk siswa yang lain. Resep INSTAN menjadi pintar adalah resep yang sering ditawarkan kepada para orang tua. Berbagai metode ditawarkan secara HEBOH bahkan dengan klaim ILMIAH dan telah diteliti oleh sejumlah peneliti. Beberapa metode bahkan kebla-blasan menerapkan hasil penelitian tentang otak sehingga lahir teori belajar yang juga kebla-blasan.
Orang tua selalu tergoda untuk mencoba berbagai macam resep sehingga anaknya bisa menjadi top markotop. Yang penting jadi genius lah. Cara tidak begitu penting. Dengan metode input apapun, yang penting outputnya mantap. Anak pun akhirnya dijadikan komoditas untuk menunjukkan bahwa sang orang tua telah berhasil meningkatkan kecerdasan anak. Siapa yang tidak bangga dengan anak yang cerdas? Anak yang cerdas tentu merupakan berkah dari Tuhan, orang tua seharusnya bangga terhadap anaknya. Tetapi memaksa supaya anak bisa mencapai tingkat genius dengan STANDAR tertentu adalah hal yang bisa berbahaya bagi perkembangan psikologis anak. Menjadi genius BUKAN tujuan pendidikan. Menjadi genius BUKAN tujuan hidup anak.
Salah satu metode untuk meningkatkan kecerdasan anak bahkan menjadikannya genius adalah metode aktivasi otak tengah. Apa itu aktivasi otak tengah? Dan apa saja manfaat serta kemampuan apa yang ditingkatkan? Mengutip dari situs otak tengah menyatakan bahwa :
Aktivasi Otak tengah adalah  suatu penemuan fenomenal dalam pendidikan anak. Teori penggunaan otak tengah sebenarnya telah banyak dilakukan pada banyak negara negara di Asia terutama Jepang. Jepang telah lama melakukan praktek aktivasi otak tengah pada anak-anak.Seorang anak yang telah diaktivasi otak tengah akan memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan anak yang otak tengahnya belum di aktivasi.
Kegiatan dengan mata tertutup adalah suatu kegiatan yang paling nyata dapat dilihat. Seorang anak yang telah diaktivasi otak tengahnya (Mid Brain Activated) dapat mempunyai kemampuan luar biasa. Kemampuan ini bahkan sering kali dipertontonkan secara menakjubkan dalam program hiburan sulap. Setelah melihat kemampuan anak yang telah diaktivasi, sebagian besar acara pertandingan sulap di The Master menjadi kurang menarik. Karena hal ini dapat dilakukan sendiri oleh anak-anak polos yang hanya mengikuti training aktivasi otak tengah selama 2 hari. Kemampuan dasar yang dapat dilakukan adalah ‘melihat’ kartu dengan mata ditutup (blind fold). Christofle (9 thn) misalnya, setelah mengikuti training aktivasi otak tengah, dapat mengurutkan seluruh kartu remi sesuai dengan angka, warna dan bentuk gambar kartu dengan mata tertutup. Ia dapat mempergunakan indra raba untuk melihat pola dan warna lengkap dengan angka hanya dengan penglihatan kulit (Skin Vision). Kemampuan lain yang dapat dilakukan oleh anak-anak ini adalah berjalan dengan mata ditutup, tanpa menabrak. Dilakukan percobaan pada seorang anak yang berjalan dengan mata ditutup kain. Seseorang sengaja menghalangi jalan didepannya. Dia serta merta dapat menghindari rintangan tersebut tanpa menyentuhnya. Seorang anak bahkan dapat mengenali ayahnya diantara kerumunan orang-tua lainnya, tanpa menyentuh dan mendengar suaranya. Pada tingkatan yang lebih lanjut seorang anak diharapkan dapat ‘melihat’ benda dibalik tembok atau didalam kotak. Ia bahkan dapat menghitung uang yang terdapat dalam dompet seeorang di hadapannya tanpa orang tersebut mengeluarkan dompetnya. Jika seorang anak rajin melatih fungsi otak tengahnya bahkan dia dapat mengharapkan membaca dokumen yang terletak dalam posisi tertutup. Kemampuan prediksi (memperkirakan apa yang akan terjadi beberapa saat kemudian) adalah kemampuan yang lebih tinggi yang dapat di miliki oleh seorang anak. Seorang anak yang telah mendapat aktivasi otak tengah dapat ‘menduga’ kartu apa yang akan muncul pada saat orang tersebut masih mengocok kartunya. Begitu selesai mengocok, dan memilih sebuah kartu, orang tersebut mengambil sebuah kartu yang ternyata tepat seperti ‘dugaan’ sang anak tersebut.  Aktivasi otak tengah bukanlah suatu hal yang magis atau berbau supranatural. Aktivasi otak tengah dilakukan dengan secara ilmiah. Aktivasi otak tengah ini  banyak mempergunakan gelombang otak Alpha. Gelombang otak Alpha di buktikan secara ilmiah adalah gelombang otak yang muncul dominan pada saat kita dalam keadaan relax dan paling kreatif. Gelombang otak ini biasanya dominan pada saat kita bangun tidur, atau dalam keadaan relax di toilet, atau bahkan sedang berendam air panas di bathtub. Tidak heran mengapa Archimedes menemukan hukum Achimedes pada saat dia mandi.  Otak tengah yang teraktivasi memancarkan gelombang otak yang mirip seperti radar. Hal ini membuat pemiliknya mampu melihat benda dalam keadaan mata tertutup. Pada dasarnya, gelombang tersebut terletak di bawah hidung. Hanya mampu mendeteksi benda yang terletak sedikit di bawah hidung.  Latihan yang teratur dapat membuat sang anak menjadi lebih kuat dan mampu melihat benda yang terletak lebih tinggi lagi. Bahkan ada beberapa anak yang dapat medeteksi sampai 360 derajat. Hal itu berarti mereka dapat mendeteksi benda yang terletak di belakang, atas dan semua arah.  Training aktivasi otak tengah telah mulai dilakukan di Indonesia. Saat ini belum banyak orang yang mengetahui keberadaan dari training  ini. Training biasanya dilakukan selama 2 hari. Pada saat itu juga biasanya dilakukan training untuk para orang tua. Seperti juga bidang keahlian lainnya, orang tua berperan besar untuk dapat membantu anak mengembangkan potensi otak tengah mereka.  Seorang anak dengan otak tengah yang kuat, diharapkan dapat mengembangkan otak kanan dan otak kiri secara lebih maksimal sehingga mereka dapat masuk kategori jenius. Bukan hanya dalam otak kiri (IQ, intelektual) , atau otak kanan (emosional, EQ) tetapi juga dalam ‘Loving Inteligence’. Mereka adalah individu yang seimbang dan mengasihi orang lain seperti sang pencipta mengasihi dia. Sayangnya training aktivasi otak tengah ini hanya dapat dilakukan untuk anak umur 5 – 15 tahun saja   Ketika otak tengah diaktifkan , anak anda akan memiliki akses yang mudah ke baik otak kiri maupun kanan. Dengan akses mudah ini, mereka akan belajar, membaca dan mengahafal benda-benda dalam kecepatan yang lebih cepat dan dengan demikian meningkatkan keyakinan, minat dan konsentrasi mereka dalam belajar.  Aktivasi otak tengah dilakukan dengan secara ilmiah. Aktivasi otak tengah ini  banyak mempergunakan gelombang otak Alpha. Gelombang otak Alpha di buktikan secara ilmiah adalah gelombang otak yang muncul dominan pada saat kita dalam keadaan relax dan paling kreatif.
Metode ini diklaim dilakukan secara ilmiah dengan mengemukakan fakta tentang gelombang otak. Kemudian di dalam buku Dahsyatnya Otak Tengah, penulis menjelaskan anatomi otak tengah dari sudut pandang biologis. Penjelasannya seakan-akan kelihatan ilmiah karena memuat banyak istilah dan gambar medis-biologi.
Sayang sekali meskipun menggunakan banyak illustrasi menarik tentang kerja saraf bahkan dalam situs mereka terdapat video pengajaran biologi otak, tetapi sama sekali tidak menyinggung tentang KORELASI ILMIAH aktivasi otak tengah dengan FAKTOR GENIUS anak.
Metode aktivasi otak tengah sering memberikan landasan ilmiah untuk menjustifikasi teorinya. Benarkah bahwa metode aktivasi otak tengah adalah metode yang benar-benar menimbulkan efek seperti yang diklaim? Benarkah aktivasi otak tengah akan membuat anak menjadi genius?
Apa itu Otak Tengah?
Dalam definisi yang diberikan oleh lembaga yang mempopulerkan training aktivasi otak tengah, mereka memberikan pernyataan sebagai berikut :
Apa itu “midbrain” (mesencephalon) dan apa tujuan mengaktifkan otak tengah?  Otak tengah adalah jembatan untuk menghubungkan dan menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan. Mengaktifkannya akan memungkinkan baik otak kiri maupun kanan berfungsi secara normal. Pengaktifan otak tengah mengembalikan kekuatan otak pada keadaan semulanya.
Saya tidak tahu darimana definisi tentang otak tengah seperti yang dituliskan di atas. Apakah memang benar otak tengah adalah PENGHUBUNG otak kiri dan otak kanan? Sekilas dari kata”tengah” memang ada benarnya.
Namun, jika kita tinjau dari definisi anatomi biologi otak, otak tengah—disebut juga mesencephalon— adalah bagian otak yang terletak di antara forebrain dan hindbrain. Atau terletak antara otak depan ( besar) dengan otak belakang.
Otak tengah BUKAN otak penghubung antara otak kiri dan kanan. Penghubung antara otak kiri dan kanan adalah CORPUS CALLOSUM. Kesalahan fatal ini membuktikan bahwa secara anatomi, para praktisi otak tengah bahkan secara serampangan menghubungkan otak tengah dengan otak kiri-kanan.
Apakah fungsi otak tengah? Otak tengah berfungsi BUKAN sebagai penyeimbang otak kanan atau kiri, tetapi berfungsi dalam pergerakan bola mata, lensa mata, diameter pupil, saraf visual serta gerak motorik. Otak tengah jelas berhubungan dengan fungsi visual, tetapi dengan gegabah menghubungkan bahwa metode menutup mata akan mengaktifkan otak tengah merupakan kesimpulan harus diteliti lebih lanjut.
Penelitian internasional juga membuktikan bahwa otak tengah mempunyai peranan dalam penyusunan memori yang baru bersama dengan organ hipokampus yang dirangsang oleh kadar dopamin otak. Dengan demikian, pembelajaran melibatkan bukan hanya bagian otak tertentu saja, tetapi juga melibatkan hampir sebagian besar otak. Organ penyusun sistem limbic seperti amigdala, hipokampus, hipotalamus jelas berperan penting dalam penyusunan dan recalling memori. Sistem limbic merupakan sistem control emosi dan hormon sehingga proses belajar dapat dilakukan secara simultan.
Hal yang paling menyesatkan adalah ketika anda berusaha mendukung teori anda dengan seabrek istilah ilmiah bahkan dengan ilustrasi dan foto atau gambar medis sehingga seakan-akan penjelasan akan teori anda akan menjadi ilmiah. Inilah yang saya lihat dari buku maupun situs praktisi aktivasi otak tengah. Sekedar menyajikan fakta dan beragam komentar ataupun kesaksian TIDAK membuat teori aktivasi otak menjadi benar. Apalagi klaim bahwa sudah dibuktikan oleh penelitian ini dan itu.
Berdasarkan informasi mengenai aktivasi otak tengah ini, para penganjur maupun pelopornya TIDAK pernah memberikan SATU buktipun bahwa aktivasi otak tengah TELAH diakui oleh Asosiasi Kedokteran Internasional maupun Jurnal Ilmiah Internasional yang bergengsi. Hal ini cukup mengherankan karena klaim ilmiah yang sering dinyatakan berulang-ulang dalam situs-situs dan ajaran mereka.
Hal lain yang sering menimbulkan kesesatan pikir adalah penyajian istilah maupun fakta medis seringkali hanya untuk memperkuat teori TANPA bisa menunjukkan KORELASI antara fakta dengan klaim mereka. Sebagai contohnya adalah ketika ada suatu teori menyatakan bahwa gelombang otak yang telah teraktivasi adalah gelombang Alfa otak. Tidak ada korelasi antara aktivasi otak tengah dengan gelombang otak alfa yang muncul, karena tanpa aktivasi, gelombang ini juga bisa muncul. Tidak ada bukti bahwa aktivasi otak tengah akan memicu gelombang alfa otak. Kecuali para praktisi bisa menunjukkan lewat PET Scan dan MRI, tetapi sampai sekarang, tidak ada korelasi apapun tentang itu.
Para praktisi otak tengah juga sering menjelaskan dan menunjukkan gambar bagaimana neurotransmitter pada syaraf terjadi sebagaimana terjadi dalam otak tengah yang telah diaktivasi. Tetapi sayang sekali, sekalipun ada menyebutkan NAMA neurotransmitter, namun disini mereka tidak dapat menunjukkan korelasi antara neurotransmitter apa yang ditimbulkan dengan teknik aktivasi otak tengah. Kecuali mereka telah bisa menunjukkan bahwa ada neurotransmitter KHUSUS yang dipancarkan selama aktivasi otak tengah. Itupun masih harus dicari korelasi antara neurotransmitter tersebut dengan genius yang ditimbulkan sebagai hasil dari aktivasi otak tengah. Apa hubungan antara neurotransmitter akibat hasil aktivasi dengan kegeniusan anak?
Nampaknya klaim ilmiah dari metode ini sama sekali NIHIL alias TIDAK ADA. Tidak ada landasan ilmiah sama sekali dalam metode aktivasi otak tengah ini. Karena itu, maka metode ini adalah tergolong pseudoscience dan harus dikritisi dengan keras oleh dunia kedokteran. Untuk membuktikan secara ilmiah suatu penelitian, membutuhkan suatu proses yang panjang sampai diakui oleh dunia internasional. Apalagi sebagai suatu metode yang mengaku serta menggunakan istilah kedokteran sebagai landasan teorinya.
Disini jelas, bahwa teori aktivasi otak tengah menyisakan hampir semua korelasi neuroscience yang belum diteliti, misalnya :
1.    Apa hubungan menutup mata dengan proses aktifnya otak tengah? Bukankah fungsi otak tengah justru untuk mengaktifkan saraf visual?
2.    Apa hubungan antara menutup mata dengan kegeniusan seorang anak?
3.    Apa hubungan antara otak tengah dengan kegeniusan?
4.    Apa hubungan antara gelombang otak dengan kegeniusan anak? Apakah anak yang genius selalu berpikir dalam gelombang alfa otak? Bukankah gelombang siaga otak (beta) justru penting bagi pembelajaran?
5.    Apa hubungan antara antara mendengarkan audio dengan kecerdasan anak? Apakah anak yang mendengarkan musik klasik akan lebih pintar dari anak yang mendengar musik dangdut?
Salah satu cara untuk mengaktifkan otak tengah adalah dengan metode Blindfold reading yaitu metode membaca dengan menutup mata. Bahkan dalam demo, mata anak diikat dengan kain supaya tidak bisa melihat, supaya mereka dapat mencapai tingkat membaca sampai level Skin Vision ( membaca lewat kulit). Inilah salah satu kesaksian metode ini dari kutipan sebuah blog :
Penulis bertanya pada 2 orang anak peserta berusia sekitar 7 tahun yang melakukan demo setelah syaraf otak tengahnya diaktifasi*: dik, pada saat anda memegang kartu dengan mata tertutup, bagaimana cara anda mengetahui angka kartu tersebut dan juga warnanya*? mereka menjawab*: pada saat saya pegang kartu, angka yang tertera pada kartu muncul di otak saya dan warna kartu juga muncul.
Tadi saya melihat anda selain memegang kartu anda mencoba mencium bau kartu dan ada peserta lain yang mencoba mendengar kartu (meletakan kartu ditelinganya) itu untuk apa*? ke 2 orang anak itu menjawab, kadang-kadang pada saat memegang kartu kita belum tahu angka dan warna kartu, kita coba dengan mencium bau kartu dan jika belum berhasil maka dicoba untuk mendengar kartu tersebut. Umumnya pada saat tidak konsentrasi, angka dan warna kartu tidak akan muncul di dalam otak, begitu komentar mereka…
Mengapa anak-anak perlu mencium bau kartu maupun mendekatkan ke telinga? Pertanyaan ini menyisakan suatu tanda tanya besar, benarkah anak-anak bisa membaca dengan mata tertutup? Jawabannya jelas : TIDAK MUNGKIN, kecuali anda mengetahui TRIKnya. Apa triknya? Salah satunya adalah dengan mencium bau kartu maupun mendekatkan ke telinga. Lho, bagaimana mungkin ini bisa disebut trik, bukankah ini adalah HASIL aktivasi otak tengah?
Silakan anda membaca dan melihat video dari para anak-anak yang telah mengikuti training ini. Mengapa mereka perlu mencium dan mendekatkan ke hidung ataupun telinga? Bukankah rahasianya adalah terletak pada kain penutup mata mereka? Apakah kain penutup mata mereka transparan atau tembus-pandang? Tidak mungkin. Lalu dimanakah rahasianya? Mungkin setelah kita melihat foto dan videonya beberapa kali, kita akan tahu mengapa anak-anak tersebut bisa melihat.
Inilah salah satu hasil analisa saya bersama dengan beberapa kawan. Apakah hasil analisa ini benar? Bukankah ini adalah tuduhan yang serius? Biarlah para praktisi dan master otak tengah yang menjawabnya. Biarlah para orang tua yang menguji anaknya sendiri apakah memang benar demikian?
Mengapa membaca harus berada di bawah hidung maupun dekat ke telinga? Mengapa teknik membaca ini harus sedikit “mendongakkan” kepala mereka? Silakan para blogger dan pembaca mengujinya.
Itulah sebabnya mereka mengajarkan bahwa mengapa anak-anak harus mencium dan mendekatkan ke hidung. Jika kita bertanya mengapa harus demikian, mereka akan menjawab : Otak tengah yang teraktivasi memancarkan gelombang otak yang mirip seperti radar. Hal ini membuat pemiliknya mampu melihat benda dalam keadaan mata tertutup. Pada dasarnya, gelombang tersebut terletak di bawah hidung. Hanya mampu mendeteksi benda yang terletak sedikit di bawah hidung..
Inikah aktivasi ilmiah yang didengungkan oleh para praktisi ini? Inikah yang dikatakan sebagai ILMIAH? Bagaimana bisa mengetahui bahwa gelombang itu terletak di bawah hidung? Mana penelitian ilmiah yang mendukungnya? Bukankah ini seperti dongeng-dongeng fiksi ilmiah bahkan tergolong pada pseudoscience yang harus terlebih dahulu dibuktikan?
Meskipun demikian, mereka masih dapat mengemas teorinya secara komersil. Masih banyak yang langsung percaya bahwa metode ini adalah metode yang sudah diakui secara internasional. Bayangkanlah ilmiahnya jika kita membaca tulisan di bawah ini yang berasal dari situs mereka :
Pada awalnya kemampuan otak tengah merupakan mitos. Beberapa orang ternyata mempunyai kemampuan seperti ini. Dari hasil pengamatan, ada suatu pola kemampuan yang sama. Mereka dapat melihat dengan mata tertutup (tanpa menggunakan mata) mereka dapat melihat dengan kulit (skin vision). Ada juga suatu kemampuan untuk melihat di belakang kepala.
Kemampuan ini banyak dikejar oleh para pelaku olah raga bela diri. Anda pernah menonton film Spiderman yang pertama? Tiba-tiba indera dari Peter Parker (nama orang normal dari Spiderman) dapat merasakan intuisi seperti laba-laba. Pada akhir cerita, musuhnya mengaktifkan kendaraan  di belakang Spiderman yang dapat menusuknya. Tetapi Spiderman dapat melompat menghindari tusukan tersebut, tanpa melihat kebelakang.
Menggunakan contoh Spiderman untuk mendukung teori pembacaan lewat Skin Vision adalah hal terbodoh yang pernah dilakukan oleh seorang ilmuwan. Benarkah kulit kita dapat membaca? Saya tidak tahu apakah para praktisi otak tengah terlalu banyak membaca buku fiksi ilmiah atau komik doraemon. Menggunakan kalimat “penelitian” bukan berarti bahwa penelitian tersebut diakui. Banyak penelitian yang asal-asalan. Banyak juga penelitian yang tidak memenuhi kaidah penelitian ilmiah. Silakan bertanya kepada mereka siapa peneliti dan penelitian apa yang bertaraf internasional sehingga mereka menuliskan seperti di bawah ini :
Istilah yang dipakai bukanlah kemampuan otak tengah. Tetapi setiap usaha memberikan nama tersendiri.Penelitian ternyata mengarah pada suatu bagian otak yang menjadi penyebab semua kemampuan tersebut.Penelitian tentang kemampuan otak tengah ini kurang menarik minat, karena cara pengaktifan-nya yang sulit. Berbagai cara dipakai untuk mengaktifkan otak tengah ini.
Penemuan fenomenal dari otak tengah ini terletak pada metoda aktivasi-nya. Kemampuan otak tengah ini sudah diketahui lama oleh para peneliti dan para praktisi. Banyak pula orang yang berusaha dengan caranya sendiri mengaktifkan otak tengah.
Sampai sekarang, saya masih mencari dan bertanya-tanya, penelitian dari mana dan siapa peneliti yang melakukannya sehingga diakui oleh jurnal internasional seperti Journal of Neuroscience, American Academy of Neurology, Journal of Cognitive and Neuroscience, British Medical Journal, New England Journal of Medicine,  dan masih banyak jurnal Science dan medis yang lainnya.
Itulah sebabnya, ketika Sdr hai-hai menguji metode ini dengan eksperimen sendiri, menyimpulkan bahwa :
Sesungguhnya, dibalik selendang penutup, mata saya sama sekali tidak terpejam. Walaupun NAMPAK tertutup selendang batik, sesungguhnya saya bisa melihat melalui BAGIAN bawah selendang batik tersebut. Saya mampu membedakan dan menebak kartu warna, menebak kartu, mewarnai gambar, membaca, makan, main catur, berjalan di atas papan titian yang lebarnya 8 cm dan naik sepeda bahkan mengendarai motor dan mobil karena saya bisa melihat melalu BAGIAN bawah selendang batik tersebut. Itulah yang disebut Trick sulap. Ketika penonton menyangka selendang batik tersebut menutupi mata saya sesungguhnya yang terjadi adalah hal sebaliknya, selendang itu membut penonton tidak TAHU bahwa dalam kondisi demikian saya bisa melihat.
Handai taulan sekalian, tahukah anda kenapa semua benda-benda yang ditebak dan dimainkan itu diletakkan di bawah mata dan ketika tidak mampu melihat dengan baik, maka benda itu akan didekatkan ke hidung dengan pura-pura menciumnya? Karena Saya melihat dari BAGIAN bawah selendang yang menutupi mata saya. Itu sebabnya ketika melihat benda yang lebih jauh dari tubuh saya, saya perlu mendongak sebab saya melihat dari BAGIAN bawah selendang. Meraba, mendengar, mencium hanya aksi untuk meyakinkan penonton.
Handai taulan sekalian, bagaimana anda tahu yang saya tulis benar? Anda akan tahu setelah mencobanya sendiri. Ambil kain atau selendang atau taplak meja lalu lipatlah menjadi pita dengan lebar kurang lebih 3 jari tangan atau 5 Cm. Pejamkan mata anda kencang-kencang lalu gunakan selendang itu menutupi mata anda. Jangan sampai selendang itu menutupi telinga anda atau bila menutupi telinga terasa nyaman, jangan biarkan selendang itu menutupi semua telinga, biarkan bgian bawah telinga terbuka
Lalu bagaimana kita menyikapi fenomena metode yang heboh ini? Jelas, kalau ini hanya suatu metode yang tanpa dasar ilmiah, kita harus menolaknya. Seandainya ini masih berada dalam tahap penelitian, mengapa dengan gegabah dan serampangan mengajarkannya kepada orang banyak?
Seandainya metode ini telah diakui secara internasional, bukankah mereka HANYA perlu menunjukkan kepada public manakah penelitian bertaraf internasional yang mengakui metode aktivasi otak tengah tersebut? Sayangnya sampai sekarang, para praktisi hanya bisa memakai kedok kalimat pseudoscience yang belum terbukti secara ilmiah medis.
Kesimpulan dari tulisan ini adalah metode aktivasi otak tengah HARUS dikritik secara tajam. Semua teknik mereka harus dibongkar supaya setiap orang tua bahkan trainer mereka sendiri dapat menguji sesungguhnya apa yang terjadi. Apakah benar-benar aktivasi otak tengah akan menghasilkan suatu kesimpulan yang mengarah ke kegeniusan anak?
Para orang tua harus diberikan penerangan bahwa TIDAK ADA metode belajar INSTAN yang bisa membuat anak genius seketika. Para orang tua juga harus menyadari, bahwa metode terbaik belajar adalah bagaimana menciptakan suatu lingkungan pembelajaran yang baik serta pendampingan yang baik.
Belajar selalu melibatkan LINGKUNGAN dan INTERAKSI. Proses belajar adalah proses yang berlangsung seumur hidup. Bukan dengan cara instant apalagi dengan cara yang tidak masuk akal. Lingkungan belajar harus diperhatikan baik yang mendukung maupun yang menghambat. Interaksi belajar melibatkan bagaimana, siapa dan dengan apa seorang anak belajar.
Belajar secara menyenangkan tentu akan berbeda hasilnya dengan belajar di bawah tekanan stress. Meskipun masing-masing cara mempunyai aspek negative dan positifnya. Memaksakan suatu cara atau metode belajar serta mengeneralisasikan suatu metode kepada semua anak adalah pemikiran yang keliru. Apalagi mengklaim metode tertentu dapat meningkatkan kecerdasan otak secara mutlak.
Belajar juga selalu melibatkan nilai-nilai kehidupan, bukan hanya sekedar supaya anak menjadi pintar. Menjadi genius adalah efek dari belajar, bukan tujuan pembelajaran. Apalagi kategori genius adalah kategori yang bias. Banyak anak berbakat tidak kelihatan genius. Bahkan banyak orang yang berhasil dalam studi adalah tergolong kategori rata-rata. Genius adalah suatu istilah yang tidak mempunyai standar yang baku. Apakah genius berarti semua mata pelajaran pasti nilainya 100? Apakah genius berarti nilai matematika selalu 100? Apakah genius berarti kreatif dan fleksibel? Apakah genius berarti melulu ber-IQ tinggi? Banyak orang yang dianggap pintar namun kakunya luar biasa. Banyak orang yang kreatif luar biasa namun gagal memenuhi standar naik kelas.
Kompleksnya proses belajar hanya menyisakan kesimpulan bahwa pembelajaran adalah suatu kegiatan yang bersifat kontinu dan konsisten. Belajar bukan hanya sekedar bisa menghafal fakta, tetapi harus menghubungkan, memahami hubungannya, dan menjelaskan pemahamannya. Penjelasan ini akan menjadi suatu dasar berkembangnya proses belajar berkesinambungan. Proses ini adalah siklus belajar yang harus dilalui oleh setiap orang tanpa kecuali. Tidak ada JALAN PINTAS. Tidak ada CARA INSTAN.
Tidak ada jalan lain untuk menjadi pintar selain belajar dan belajar. Proses ini harus dilakukan secara berulang-ulang sampai mampu memahami dan mengerti hasil kegiatan belajar. Untuk paham dan melakukannya, perlu suatu tekad dan motivasi dalam proses belajar tersebut. Rasa ingin tahu dan keinginan untuk terus maju adalah factor internal yang harus dipupuk terus oleh orang tua. Bukan dengan cara mencari metode ajaib yang langsung melejitkan kemampuan otak sehingga menjadi genius.
Setiap metode pembelajaran mesti dikritisi dan disikapi dengan hati-hati. Setiap metode berbasis ilmiah harus sudah bisa dibuktikan secara ilmiah. Bukan dengan perkataan omong kosong bak dongeng nan mitos yang dibungkus dalam istilah sains. Tentu saja kita tidak boleh mengganggap sepi semua penelitian ilmiah yang baru tentang otak, namun jika kita hanya menerima suatu metode pembelajaran otak tanpa dasar ilmiah, maka hal itu justru akan menjadi boomerang bagi masa depan generasi bangsa ini.
Dr. Arman YurisaldiS, MS, SpS dalam bukunya “Mengungkap misteri otak tengah” menyatakan bahwa : tanpa bukti dan metode penelitian yang benar, maka istilah “pengaktifan otak tengah” adalah istilah yang sama sekali tidak berdasar ilmiah.
Saya menyebutnya sebagai pseudoscience yaitu pernyataan yang seakan-akan ilmiah namun tidak terbukti sebagai ilmiah. Jika para praktisi maupun master otak tengah dapat menunjukkan korelasi ilmiah maupun bukti ilmiah yang sudah diakui oleh jurnal internasional ataupun IDI ataupun lembaga medis/penelitian berwenang, maka kita seharusnya bangga karena telah menemukan “rahasia” genius yang bisa meningkatkan kemampuan intelektual generasi ini.
Seandainya BELUM dan TIDAK terbukti secara ilmiah-medis sedangkan pengajaran dan training masih dilakukan, maka kebenaran harus ditegakkan. Biarlah para pembaca dapat meneliti dan menguji fenomena ini. Seandainya para pembaca sangat yakin akan kebenaran teori aktivasi ini, setidaknya biarlah ini diuji terlebih dahulu di tingkat internasional sehingga kebenaran akan dibukakan bagi kita semua.
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para orang tua dan blogger Kompasiana.
Buku “Mengungkap misteri otak tengah” oleh dr.Arman Y, MS, S
Buku ” Dahsyatnya Otak Tengah” oleh Hartono S
Sumber : gmc , google , dll
——————
anatomi otak tumor otak tentang otak otak teori otak kelainan otak fisiologi otak sistem otak sakit otak kista otak otak adalah pembagian otak bagian bagian otak pengertian otak bagian bagian otak manusia pernafasan otak pernapasan otak anatomi otak manusia plastisitas otak herniasi otak vaskularisasi otak foto otak test otak otak info volume otak otak international otak ppt otak blue scan otak otak ku upgrade otak isi otak games otak selaput otak otak genius keseimbangan otak otak einstein cacing otak otak dan bagiannya perkembangan otak manusia bagian otak dan fungsinya kekuatan otak manusia otak dan fungsinya otak dan bagian bagiannya otak wanita penyumbatan otak otak rusak bagian bagian otak dan fungsinya fungsi bagian bagian otak gelombang otak manusia No related posts.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar